Selamat Jalan Muadzin Pertama Masjid Al-Akbar

Innalillahi wa inna ilaihi roji'un.. Telah meninggal H Marzuki Muadzzin Pertama di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya pada tanggal 23 Januari 2021

Ikuti MTQ Kab Tuban 2020

 Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-XXIX tingkat Kabupaten Tuban 2020 resmi dimulai. Pembukaan sekaligus pengambilan sumpah dewan hakim dilaksanakan Senin (26/10) malam di Pendapa Krida Manunggal Tuban.

Pembukaan festival pemuliaan Alquran yang diselenggarakan dua tahunan itu dilaksanakan secara virtual dengan menayangkan video yel-yel masing-masing kafilah dari 20 kecamatan se-Kabupaten Tuban. Sedangkan pengambilan sumpah jabatan dipimpin langsung oleh Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Tuban Dr. Ir. Budi Wiyana, M.Si.

Hadir menyaksikan prosesi pembukaan MTQ ke-29 tersebut, Bupati Tuban H. Fathul Huda, Wakil Bupati Ir. Noor Nahar Hussein, M.Si., serta Ketua LPTQ Provinsi Jawa Timur KH Abdul Hamid.

KH Abdul Hamid Abdulloh

Pembinaan Kolektif tahap III peserta MTQ Provinsi Jawa Timur

 Pembukaan resmi pembinaan dibuka langsung oleh KH. Abdul Hamid, SH., M.Si Ketua III LPTQ Jatim.

Dalam sambutannya Qari’ yang pernah juara Tilawah Tingkat Internasional tersebut menyampaikan harapan pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam event MTQ Nasional tahun ini.

“Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap agar Kafilah MTQ Jawa Timur tahun 2020 ini bisa tampil maksimal sehingga bisa membawa harus Provinsi Jatim di Tingkat Nasional.” tuturnya



Oleh karena itu, beliau mengajak kepada semua dewan pembina, peserta dan panitia untuk melaksanakan tugas dan amanah masing-masing dengan penuh tanggung jawab dan didasari dengan keikhlasan. Pembinaan ini diharapkan akan dicatat sebagai amal ibadah.

“Semoga upaya ini dicatat sebagai bukti kecintaan kita kepada Al-Qur’an dan akhirnya kita semua akan mendapatkan syafaat Al-Qur’an di hari kiamat kelak.” tuturnya

“Kita ini sama-sama memikul amanah. Mari amanah ini kita emban kita laksanakan dengan penuh tanggungjawab dan usaha yang maksimal” tegasnya

“Goalnya adalah Kafilah MTQ Jawa Timur bisa tampil di MTQ Nasional dengan maksimal. Kafilah Jatim bisa menjadi kafilah yang terbaik.” pungkasnya



Nuzulul Qur'an Lawan Covid

"Hari ini kita berada di malam 17 Ramadhan dalam suasana pandemik Covid-19, kita mengikhtiarkan bersama. Semua yang saya hormati Forkompimda Kabupaten/Kota, 17 Bupati/Walikota telah berkenan membaca Juz 30," ucap Khofifah, Sabtu malam (9/5).

Khofifah menuturkan, acara ini merupakan ikhtiar Pemprov Jawa Timur dalam menghadapi pandemik Covid-19 di Indonesia, khususnya wilayah Jawa Timur. Sekaligus memperingati Malam Nuzulul Quran yang jatuh pada hari ke-17 Ramadhan.

"Ini menjadi bagian dari ikhtiar kita semua. Bagaimana kita bersama-sama mencoba membaca, memahami, dan tentu mencoba untuk bisa memaksimalkan melaksanakan apa yang menjadi perintah Al Quran Nur Kareem," ujarnya.

Ketua Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) ini menjelaskan, 2.020 kali khatam Al Quran di malam Nuzulul Quran ini antara lain sebagai bentuk ikhtiar sejak awal ia menjabat Gubernur bersama Wakilnya Emil Dardak yang beritikad akan memberikan penghormatan kepada para penghafal Al Quran di Jawa Timur.

Sekaligus merangkul seluruh pejabat dalam hal ini Bupati dan Walikota beserta jajaran untuk bersama-sama berikhtiar secara spiritual menghadapi pandemik Covid-19 di bulan suci Ramadhan ini.

"Oleh karena itu di dalam APBD kami ada tunjangan kehormatan untuk para hafiz dan Hafizah. Tahun ini ada 4.000 Hafiz dan Hafizah yang kami berikhtiar untuk memberikan tunjangan kehormatan kepada mereka. Kemarin mereka membaca bersama-sama secara mandiri dari rumah masing-masing dikoordinasikan oleh Al Mukarrom, Kyai Abdul Hamid Abdullah. Mereka masing-masing membaca 15 Juz dalam 2 hari. Maka 2.000 khatam Al Quran dari para hafiz Hafizah," sambungnya.

Selain itu, Pemprov Jawa Timur juga meminta para OPD dan Korwil untuk juga 20 kali khatam Al Quran. "Jadi, InsyaAllah ada 2.020 kali hatam Al Quran," kata Khofifah.

Lebih lanjut, Gubernur Khofifah mengajak semua lapisan masyarakat untuk berdoa dan meminta pertolongan kepada Allah sang Maha Pencipta nan Maha Pengasih Penyayang agar Indonesia segera dibebaskan dari belenggu wabah Covid-19 melalui Khatam Al Quran malam ini.


Sumber : https://nusantara.rmol.id/read/2020/05/10/434108/Peringati-Nuzulul-Quran-Secara-Online,-Pemprov-Jatim-Bersama-17-Bupati/Walikota-Dan-4.000-Hafiz-Khataman-Al-Quran-

Hadiri Penerimaan Insentif Huffadz Secara SImbolis

 Rabu, 27 April 2020, sedikitnya 20 perwakilan dari 4.000 menerima penyerahan tunjangan kehormatan dari Gubernur Khofifah di Grahadi, Surabaya.

Gubernur Khofifah, mengatakan bahwa tunjangan kehormatan ini diberikan sesuai janji kerja dalam 9 Nawa Bhakti Satya, yakni Jatim Berkah secara khusus pemberian tunjangan kehormatan Provinsi Jatim.

Hadir dalam penyerahan tunjangan itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Wahid Wahyudi, Kepala Inspektorat – Drs Helmy, Drs Hudiyono – Kepala Biro Administrasi Kesejahteraan Sosial, Pemprov Jawa Timur, KH Abdul Hamid, SH, M.Si – Ketua III LPTQ , Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran.
4.000 Huffadz di Jatim

Dalam laporannya KH Abdul Hamid, mengatakan jumlah huffadz yang terdata masuk seleksi di seluruh Jawa Timur berjumlah 4.000 orang. Seleksi dilakukan untuk mengetahui kapasitas dan integritas huffadz. Tidak sekadar hafalan semata.

“Kalau tidak diseleksi akan sangat besar jumlahnya. Seleksinya itu terkait hafalan itu sendiri, kualitas bacaan, kelancaran, pengertian dan pemahaman ayat Alquran serta adanya pengabdian kepada masyarakat, atau mengajar,” ujar KH Abdul Hamid, SH, M.Si, Ketua III LPTQ Provinsi Jawa Timur.

Dari acara itu terungkap, ada beberapa daerah yang tidak mengirim huffadz untuk diikutkan seleksi yakni Kabupaten Ngawi dan Kota Batu.

Sementara huffadz yang terbanyak ditempati oleh Kabupaten/Kota Mojokerto, dengan jumlah 400 hafidz dan hafidzah. Di urutan selanjutnya di atas 200 orang, adalah Tulungagung, Gresik, dan Sidoarjo.

“Jumlah ini hasil seleksi sejak 2015 berasal dari 36 Kabupaten/Kota. Hanya Ngawi dan Batu belum. Tahun 2020 khusus seleksi Ngawi dan Batu sejumlah 100 orang. Dengan porsi anggaran terbatas karena tersedot Covid,” jelasnya.

Dia bersyukur ada kenaikan tunjangan menjadi Rp 250 ribu per bulan per orang. Sebelumnya Rp 150 ribu per orang.